Selamat datang di Blog Rakata

Definisi Algoritma

6 Februari 20120 komentar

Sebuah Algoritma  merupakan deskripsi langkah-langkah pelaksana suatu proses. Sebuah proses dikerjakan oleh pemroses berdasarkan algoritma yang diberikan.

Setiap langkah penyelesaian dinyatakan dengan sebuah pernyataan (Statement). Sebuah pernyataan menggambarkan aksi (action) algoritmik yang dieksekusi, bila suatu aksi dieksekusi, maka sejumlah operasi yang bersesuaian dengan aksi itu dikerjakan oleh pemroses.
 
Contoh Algoritma Dalam Kehidupan Nyata:
 
1. Jika seseorang akan membuat kue, baik itu melihat resep atau tidak pasti akan melakukan suatu langkah-langkah sehingga kue itu pun jadi. 
 
2. Jika seseorang akan mengirim surat kenalannya di tempat lain, langkah yang harus dilakukan adalah: 
  1. Menulis surat
  2. Surat dimasukan ke dalam amplop tertutup.
  3. Amplop ditempelkan prangko
  4. Pergi ke kantor pos untuk mengirim surat.
Dalam dunia komputer, Algoritma digunakan untuk mengatasi masalah pemograman, terutama dalam komputer numeris. Tanpa Algoritma yang dirancang baik maka proses pemograman akan menjadi salah, rusak, dan tidak efesien.

Interaksi manusia dan komputer melalui program, dimana manusia memberikan perintah-perintah kepada komputer berupa instruksi-instruksi.

Alat yang digunakan untuk membuat program adalah bahasa pemograman. Ada beberapa jenis pemrograman yang tersedia yaitu: C, C++, Pascal, Java, C#, Basic, Perl, PHP, ASP, dan masih banyak lagi.

Dari berbagai macam bahasa pemrograman, cara memberikan instruksinya berbeda-beda namun bertujuan menghasilkan output yang sama.

Knurth Donald E, dalam buku The Art Of Computer Programming. Addison-Wesley Published Company 1973. Menyatakan bahwa terdapat lima ciri penting yang harus dimiliki Algoritma, yaitu:
  1. Input: Algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar.
  2. Output: Algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran.
  3. Definiteness (pasti): Algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu.
  4. Finiteness (ada batasan): Algortima harus memiliki titik berhenti (stopping role).
  5. Effectiveness (tepat dan efesien): Algortima sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif.
Jenis Proses Algoritma:
  1. Sequence Process: Instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan.
  2. Selection Process: Instruksi dikerjakan jika memenuhi kritea tertentu.
  3. Iteration Process: Instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi tertentu.
  4. Concurrent Process: Beberapa instruksi dikerjakan secara bersama.
Jika disimpulkan maka terdapat beberapa pengertian Algortima, yaitu:
  1. Urutan langkah-langkah untuk memecahkan suatu masalah.
  2. Deretan langkah-langkah komputasi yang menstransformasikan data masukkan (input) menjadi keluaran (output).
  3. Deretan instruksi yang jelas untuk memecahkan masalah, yaitu untuk memperoleh keluaran yang diinginkan dari suatu masukkan dalam jumlah waktu yang terbatas.
  4. Prosedur komputasi yang terdefinisi dengan baik yang menggunakan beberapa nilai sebagai masukkan dan menghasilkan beberapa nilai yang disebut keluaran.
Terima Kasih sudah berkunjung, semoga artikel ini bermanfaat buat Anda...
NB: Blogger sejati selalu memberikan komentar...


Share this article :

Posting Komentar

terima kasih Anda telah memberikan komentar, dengan memberikan komentar berarti Anda sudah memasang backlink Anda.

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Blog Rakata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger